oleh

WARGA KOTA JANGAN TAKUT DALAM PENANGANAN LIMBAH

-artikel-27 views

Nuraniindonesia.com.: warga Kota tidak perlu takut bahwa pemerintah kota sudah pasti akan melakukan Penanganan untuk limbah medis COVID-19 meliputi:
Identifikasi, pemilahan dan pewadahan:
Setiap penghasil limbah wajib melakukan identifikasi untuk semua limbah yang dihasilkannya.
Dengan tatacara sebagai berikut:
Melakukan pemilahan dan pengemasan LB3 berdasarkan karakter infeksius dan patologis.
Bahan kimia dan farmasi kedaluarsa, tumpahan atau sisa kemasan.
Penyimpanan Limbah:
Penyimpanan dilakukan sesuai karakter dan pengemasan.
Khusus limbah infeksius disimpan paling lama 2 hari hingga dimusnahkan bila pada suhu kamar atau 90 hari hingga dimusnahkan bila suhu 0°C.
Pemusnahan:
Pemusnahan dengan pembakaran menggunakan incinerator yang dioperasionalkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) atau pihak jasa pengolah limbah medis berizin.
Incinerator memiliki ruang bakar dengan suhu minimal 800°C.
Diuraikan : SE MENLHK 2/2020 juga menguraikan penanganan limbah infeksius dan sampah rumah tangga penanganan COVID-19, yaitu:[3]
Limbah infeksius yang berasal dari fasyankes
Melakukan penyimpanan dalam kemasan tertutup maksimal 2 hari sejak dihasilkan;
Mengangkut dan/atau memusnahkan pada pengolahan LB3 menggunakan fasilitas incinerator dengan suhu pembakaran minimal 800°C atau autoclave yang dilengkapi dengan pencacah;
Residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave dikemas dan dilekati simbol “Beracun” dan label LB3 yang selanjutnya disimpan di tempat penyimpanan sementara LB3 untuk selanjutnya diserahkan pada pengelola LB3.
Limbah infeksius yang berasal dari rumah tangga ODP
Mengumpulkan limbah infeksius berupa limbah alat pelindung diri, antara lain, berupa masker, sarung tangan dan baju pelindung diri;
Mengemas tersendiri dengan menggunakan wadah tertutup;
Mengangkut dan memusnahkan pada pengolahan LB3;
Menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah infeksius dari masyarakat, sebagai berikut:
Limbah alat pelindung diri, antara lain, masker, sarung tangan, baju pelindung diri, dikemas tersendiri dengan menggunakan wadah tertutup yang bertuliskan “Limbah Infeksius”;
Petugas dari dinas yang bertanggungjawab di bidang lingkungan hidup, kebersihan dan kesehatan melakukan pengambilan dari setiap sumber untuk diangkut ke lokasi pengumpulan yang telah ditentukan sebelum diserahkan ke pengolah LB3.
Sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga
Seluruh petugas kebersihan atau pengangkut sampah wajib dilengkapi alat pelindung diri, khususnya masker, sarung tangan dan safety shoes yang setiap hari harus disucihamakan;
Dalam upaya mengurangi timbunan sampah masker, masyarakat yang sehat diimbau untuk menggunakan masker guna ulang yang dapat dicuci setiap hari;
Kepada masyarakat yang sehat dan menggunakan masker sekali pakai harus merobek, memotong atau menggunting masker dan dikemas rapi sebelum dibuang ke tempat sampah;
Pemerintah daerah menyiapkan tempat sampah khusus masker di ruang publik.

Masa berlaku SE MENLHK 2/2020 sampai dengan status keadaan tertentu darurat bencana wabah COVID-19 di Indonesia dicabut.[4]

Sebagai contoh, bentuk pelaksanaan dari terbitnya ketentuan di atas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul telah menerbitkan Surat Edaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul Nomor: 660/139 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).

Kami juga telah mengkompilasi berbagai topik hukum yang sering ditanyakan mengenai dampak wabah Covid-19 terhadap kehidupan sehari-hari mulai dari kesehatan, bisnis, ketenagakerjaan, profesi, pelayanan publik, dan lain-lain. Informasi ini dapat Anda dapatkan di tautan berikut :

covid19.hukumonline.com.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum:
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.56/MENLHK-SETJEN/2015 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan;
Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19);
Surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.167/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah B3 Medis pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Darurat Covid-19;
Surat Edaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul Nomor: 660/139 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).
Data di ambil dari :
[1] Poin 1 Surat MENLHK 167/2020
[2] Poin 2 Surat MENLHK 167/2020
[3] Bagian C SE MENLHK 2/2020
[4] Bagian D SE MENLHK 2/2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.