oleh

Ustadz.Rahman Tamrin ” LA DHARARA WALA DHIRARA.

-artikel-109 views

Nuraniindonesia.com; –Ustadz Rahman Tamrin mengatakan seperti masa pandemi secara kaidah fikih umat Islam harus mengutamakan keselamatan umum daripada mencari manfaat dari sesuatu.Kata Ketua Forum Da’i & Daiyyah  Procinsi Bengkulu.

Jadi berbuat yang  terbaik bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain sebagai bagian dari kesalehan sosial.ungkanya

“Kaidah fikihnya ‘la dharara wala dhirara’. Jangan membahayakan diri sendiri dan jangan juga membahayakan orang lain maka kita wajib menghindari virus ini dengan cara mengikuti protokol Kesehatan,” kata  Ustadz H. Rahman Tamrin.S.Ag    beliau selama 15 tahun Da’i  Kota Bengkulu.( 14-07-2921 )

Dalam hal ini  Masyarakat Provinsi Bengkulu tidak hanya dituntut berbuat baik dan terbaik bagi diri kita sebagai kesalehan individual, tapi juga untuk berbuat baik dan terbaik bagi orang lain yaitu kesalehan sosial.tambahnya

Makanya harus mengikuti protokol kesehatan, karena dalam kenyataannya ada yang tertular dan tentu ada yang menularkannya. Untuk itulah kita menghindari wabah itu, Islam mengajarkan bagaimana cara menyikapi terjadinya tambah nya

“Bagaimana umat terdahulu menghadapi wabah dan bagaimana peran tokoh agama dan tokoh masyarakat saat itu agar dapat kita petik pelajaran dalam menghadapi pandemi sekarang ini,” ujarnya.

Dalam hal pandemi yang pernah terjadi di zaman dulu, Azizah menyatakan bahwa Islam mengajarkan agar umatnya menjaga diri dan keluarganya dari mudharat atau bahaya. Dan seperti yang diketahui, virus corona merupakan sesuatu yang berbahaya, banyak mudharatnya sehingga harus dijauhi.Ungkapnya

“Tapi fokus utamanya adalah menjaga jiwanya dan menjaga dirinya. Kemudian menjaga jangan sampai menulari atau tertular dari orang lain,” ujarnya.

Apalagi kita tergantung dari beberapa Grup ada Grup KERMASTA .ada juga Grup For Bengkulu ,Grup IKSG..Gruop DPD-1; GOLKAR. Gruop Warga Net Bengkulu, Grup Nurani Indonesia, dan banyak lagi Gruop – Gruop yang lain sudah barang tentu ada yang terpapar sampai meninggal  Ustadz Pak ( RT ) meminta masyarakat Provinsi Bengkulu agar kita taat dan patuh kepada protokol kesehatan. Kemudian menerapkan 3M secara konsisten yaitu memakai masker, mencuci tangan di air mengalir dengan sabun dan menjaga jarak atau menghindar dari kerumunan.

“Kita harus menyikapinya dengan disiplin sesuai dengan protokol kesehatan yaitu pakai masker, cuci tangan, dan hindari kerumunan. Kita akan mampu mengurangi dampak virus ini,” Pungkas  Tamrin

Wr. Brams

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.