oleh

Niat Baik Harus Dengan Cara Yang Baik

-artikel-27 views

Nuraniindonesia.com : – Ketua FORUM DA’I DA’IYYAH PROVINSI BENGKULU angkat bicara Perbuatan Baik dilakukan dengan cara yang baik “kata USTADZ.H.Rahman Tamrin.S.Ag.( 26-08-2021 )

Dalam sampayan beliau bahwa dahulu dijaman   Rasulullah ..beliau mengatakan dihadapan sahabat yang sedang mendengarkan pelajaran tafsir dari Rasulullah SAW, beliau mengatakan ”Akan muncul dihadapan kita seseorang dan dia adalah penghuni surga,” para sahabat ketika Rasulullah SAW mengatakan ini mereka berprasangka bahwa orang ini adalah orang yang sangat kuat dzikirnya, sholatnya, puasanya, singkat cerita pada hari kedua Rasulullah SAW ketika mengajar Tafsir kembali kepada sahabat, dihadapan sahabat beliau mengatakan sekali lagi “akan datang dihadapan kita seseorang dan dia adalah penghuni surga” ternyata rasulullah SAW memang menjamin terhadap orang ini dia adalah penghuni surga, pada hari ketiga Rasulullah SAW mengatakan kembali dihadapan sahabatnya “akan datang dihadapan kita seseorang dan dia adalah penghuni surga” ternyata orang yang dimaksud Rasulullah SAW pada hari pertama, hari kedua, dan hari ketiga yang muncul dihadapan sahabat adalah orang yang sama. katanya

Setelah pengajian ada seorang sahabat Rasulullah SAW penasaran kenapa orang ini dikatakan dia dijamin masuk surga, lalu seorang sahabat ini mengatakan kepada orang yang dikatakan penghuni surga ini “Wahai paman aku minta izin untuk tinggal bersamamu selama kurang lebih tiga hari tiga malam, karena saya ada sedikit masalah dirumah saya sehingga saya butuh menginap di rumah paman,” singkat cerita si paman ini mengizinkan sahabat ini untuk bermalam dirumahnya.tambah beliau

 

Pada malam pertama sahabat ini mengira bahwa si paman pasti melakukan ibadah semalam suntuk dia mengira bahwa si paman ini pasti membaca Al-Qur’an semalam suntuk sehingga dikatakan dia adalah ahli surga. Pada esok harinya atau siang harinya si sahabat ini menyangka bahwa paman ini dia berpuasa terus, pada malam kedua demikian juga sampai malam ketiga ternyata si sahabat ini tidak mendapatkan amalan-amalan yang dia sangkakan kepada si paman sehingga dengan amalan-amalan tersebut si paman dikatakan ahli surga. Si sahabat muda ini merasa kecewa sampai dia mengatakan “Wahai paman terus terang jujur sebenarnya saya tidak ada masalah dirumah saya, saya hanya ingin memastikan dan menyelidiki amalan apa saja yang paman lakukan sehingga Rasulullah SAW menjamin paman adalah ahli surga. Si paman ini mengatakan “Wahai anak muda, tidak ada amalan istimewa yang saya lakukan, saya melakukan sholat fardu lima waktu, saya melakukan amalan-amalan sunnah biasa saja, dan saya berpuasa senin kamis seperti biasa itu pun selang seling.lanjutanya

 

Lalu ketika si pemuda ini hendak pamit pulang disertai rasa kecewa karena tidak mendapati amalan khusus yang dilakukan oleh si paman ahli surga, pemuda tadi dipanggil kembali oleh si paman “Wahai anak muda saya memang tidak ada amalan khusus yang saya lakukan sehingga Rasulullah mengatakan saya sebagai penghuni surga, tetapi Alhamdulillah kemungkinan amalan ini yang beliau sampai-sampai memberikan jaminan kepada saya sebagai ahli surga”, sang pemuda bertanya “Amalan apa itu wahai paman”, sang paman berkata “tambanya

 

Alhamdulillah saya selama bergaul dengan saudara-saudara saya kaum muslimin juga dengan tetangga saya, saya tidak pernah menaruh perasaan iri apalagi dengki kepada mereka dan saya tidak pernah merasa menyimpan unek-unek sesuatu yang saya merasa kesal di hati saya kepada saudara saya sehingga ibu saya pun selalu memaafkan saya,” sang sahabat mengatakan “Mungkin inilah amalan yang menjamin paman sebagai ahli surga,” karena apa sahabat muda ini berkesimpulan demikian? karena Rasulullah SAW ketika itu bersamaan menafsirkan ayat

Jadi hati yang bersih tidak hanya mempunyai keyakinan akidah yang benar tetapi hati yang bersih adalah bersih dari hal-hal kebusukan hati penyakit-penyakit hati terhadap saudara-saudaranya yang muslim.

 

Kasus peristiwa ini tidak menggambarkan bahwa tidak penting ibadah ritual, bukan itu tetapi kasus ini diangkat oleh para sahabat yang diriwayatkan langsung dan disabdakan oleh Rasulullah SAW yaitu ingin menyatakan pentingnya kebersihan hati, pentingnya keihlasan niat dalam amal ibadah, pentingnya bersihnya motivasi tujuan kita melakukan amal kebaikan. Jadi niat dan motivasi adalah hal sesuatu yang kunci untuk diterima amal-amal perbuatan kita dihadapan Allah SWT.tambahnya

 

Niat yang ikhlas tidak cukup karena didalam Islam mengatakan tujuan tidak menghalalkan cara, niat kita baik caranya pun harus baik. Tidak dibenarkan didalam Islam misalnya “Bela Negara” itu niatnya baik, tetapi kalau dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik, misalnya dengan merampok harta orang atau membunuh orang, ini tidak dibenarkan.

 

Jadi saya  mengingatkan kepada semua warga masyarakat Provinsi Bengkulu dan ini terkait dengan sabda Rasulullah SAW yang lain,” Alaa inna fil jasadi mudghoh, idza soluhat, soluhal amalu kulluhu, wa idzaa fasadat fasadal amalu kulluh alaa wa hiyal Qolbu, (didalam jasad ada segumpal daging, jika dia baik maka akan baik amal dan jasad, jika dia buruk maka akan buruk amal dan jasad, itulah hati itulah jantung).

 

Kalau jantung kita sehat insya Allah seluruh fisik jasad kita akan sehat, jika hati kita bersih Insya Allah amal kita akan bersih. Inilah pentingnya niat didalam Islam, mudah-mudahan dari peristiwa ini dan dari satu ayat yang disampaikan  Masyarakat bisa menjadi manfaat dan dapat kita jadikan landasan dalam menjalankan dan melaksanakan juga menyebarkan kebaikan-kebaikan  Di Provinsi BENGKULU khususnya di-Kota Bengkulu ini mari Bantu Masyarakat yang membutuhkan Bantuan  Apalagi yang sedang Piral saat ini salah satunya  Masalah IJAZAH  jangan sampai   NIAT BAIK TAPI CARANYA YANG SALAH.Pungkas H.Rahman Tamrin.S.Ag ( Ketua Forum Da’i Daiyyah Procinsi Bengkulu )

Wr BRAMS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.